Langsung ke konten utama

Pertemuan


Dari sekian banyaknya kisah pertemuan, jadi ini kisah yang kita pilih. Bertemu di sebuah acara (lagi) yang seharusnya aku menikmati acaranya, bukan jatuh cinta (lagi). Ya namanya juga perasaan, aku gak bisa memaksakan dia hilang atau ada disaat yg tepat. 

Tapi, aku harap hanya aku yang merasakannya. Merasakan bahwa memang kita tidak pernah ditakdirkan untuk saling sapa, jangankan untuk itu, untuk menatapmu saja kayanya semesta gak berpihak ya. Buktinya, dari awal hingga akhir acara kita tak bertatap, entah emang semesta yang gak mau atau dari kamunya. Aneh ya. 

Katamu, kita tak lebih daripada teman, tapi kenapa setelah acara usai kamu minta maaf di dunia maya? "maafin aku nam, kalo tadi aku ga nyapa kamu, aku gabisa". Yasudah, kalo gak bisa ya gak apa apa, tapi kenapa kamu malah minta maaf setelah kita setahun tak berkabar? Hei, aku ini manusia. Aku punya perasaan. Kamu gak bisa seenaknya seperti itu.

Seharusnya kamu sudah memutuskan untuk gak berkabar ke aku lagi sejak hari itu, bukannya kamu yang gak mau kalo aku nanti jatuh ke kamu (lagi), bukan? 
Kalo dipikir - pikir, lucu ya kita, awal dan akhir cerita kita berada di dunia maya, tapi canggungnya hingga dunia nyata. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istirahat

Ternyata cerita yang harusnya indah, malah kebalikannya. Yang harus nya kita bersua di akhir cerita, malah ada kita yang berduka sebelum cerita berakhir. Tenang saja, ini hanya 1 dari ratusan cerita yang bisa kita buat. Kita bisa bangun cerita baru, yang tokohnya tetap aku dan kamu.  Kita gaboleh egois sama semesta, yang udah berjuang untuk mempertemukan. Dengan berterima kasih pada nya, yang tidak menyatukan kita. Karena mungkin jika kita bersatu akan ada banyak warna yang pudar di alam raya.  Apakah kamu ingat kapan kita bertemu untuk pertama kali? bertemu dalam sebuah acara yang orang orang gabakal menyangka bahwa kamu sama aku. Karena kita jelas berbeda, kamu dengan segala keistimewaanmu, dan aku dengan segala kekuranganku. Terima kasih sudah menjadi teman, dengan tidak memberi harapan.  Dan semua juga tau bukan? bahwa terkadang kita harus menutup buku walau ceritanya belum selesai, karena kita tau bahwa raga ini butuh istirahat.