Langsung ke konten utama

Hari Itu

Akhirnya aku bisa menulis ini setelah seminggu dari hari dimana kita benar - benar berpisah. Mungkin itu waktu yang cukup lama untuk berdialog dengan diri sendiri. Bahkan setelah seminggu aku berdialog sendiri pun rasanya tidak bisa dituangkan dengan baik dalam tulisan betapa sedihnya hari itu. Tetapi pada kenyataannya, di hari itu kita tetap tertawa kesana dan kemari. Menutupi kesedihan dengan foto bersama atau menceritakan kelucuan yang dialami bersama.

Tapi setelah acara itu selesai, huh betapa sangat terasa kesedihan dan kehilangan ini. Hei, bahkan sebelum hari itu tiba aku sudah menumpahkan air mata dan berbicara kepada diri sendiri. Bahwa, perpisahan ternyata bukan tentang "Hanya raga yang berpisah, kita pasti ketemu lagi". Lebih dari itu, lebih dari sekedar "Raga yang berpisah". Tapi, juga berpisah dengan sifat kita di masa itu, kenangan dan semua cerita yang terjadi ditempat itu. 

Ternyata, berpisah dengan sifat kita lalu berubah menjadi dewasa, yang entah akan lebih baik atau sebaliknya, lebih menyedihkan kawan. Dibanding berpisah dengan raga mu. Karena kita tidak akan tau apa yang akan terjadi dimasa depan. Bahkan jika kita sudah merencanakannya pun kita tak tau bukan? 

Dan, jika kita ditakdirkan untuk bertemu suatu hari nanti, kuharap hanya raga kita saja yang berubah, jiwa dan sifat baik kita jangan ya?

Terima kasih sudah menjadi teman!
12.06.2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istirahat

Ternyata cerita yang harusnya indah, malah kebalikannya. Yang harus nya kita bersua di akhir cerita, malah ada kita yang berduka sebelum cerita berakhir. Tenang saja, ini hanya 1 dari ratusan cerita yang bisa kita buat. Kita bisa bangun cerita baru, yang tokohnya tetap aku dan kamu.  Kita gaboleh egois sama semesta, yang udah berjuang untuk mempertemukan. Dengan berterima kasih pada nya, yang tidak menyatukan kita. Karena mungkin jika kita bersatu akan ada banyak warna yang pudar di alam raya.  Apakah kamu ingat kapan kita bertemu untuk pertama kali? bertemu dalam sebuah acara yang orang orang gabakal menyangka bahwa kamu sama aku. Karena kita jelas berbeda, kamu dengan segala keistimewaanmu, dan aku dengan segala kekuranganku. Terima kasih sudah menjadi teman, dengan tidak memberi harapan.  Dan semua juga tau bukan? bahwa terkadang kita harus menutup buku walau ceritanya belum selesai, karena kita tau bahwa raga ini butuh istirahat.